Kamis, 21 Maret 2019

CINTA KASIH

Dunia Berputar Karena Cinta Kasih 
Cinta kasih yang menyebabkan dunia ini beregak menuju kedamaian dan ketenangan. Tuhan adalah Sumber Cinta kasih. Bhgavad Gita VII.11.
Balam Balavatam cha 'hamkamaraga vivarjitam dharmaviruddho bhuteshukimo'smi bharatashabha 
Aku adalah kekuatan dari yang perkasa, bebes dari keinginan dan nafsu birahi. aku adalah cintanya semua insani, yang tidak bertentangan dengan dharma oh bharata sabha.

 Dunia ini di gerakan dengan cinta kasih. Tuhan adalah wujud cinta kasih yang tertinggi, cinta yang memasuki isi alam ini dari yang terendah sampai mahluk yang termulia. Meskipun pada hakekatnya cinta kasih itu bebes dari nafsu birahi dan kepentingan diri sendiri, tetapi karena pengaruh maya, maka wujud cinta itu berbeda-beda tergantung dari tingkatan mahluk-mahluk itu. Cinta kasih dalam tingkatannya yang terendah adalah berwujud gaya tarik, daya rekat dan gaya berat yang bisa dimiliki oleh benda- benda alam. Jika diatas kaca kita tuangkan setitik air dan disebelahnya ditungkan lagi setitik air yang lebih besar, Zat yang volumenya lebih kecil cenderung bergabung dengan zat yang sama yang volumenya lebih besar.  Jika kita melemparkan sebongkah tanah  keatas, benda itu pun akan kembali jatuh kebumi. Dalam kalangan ilmuan proses jatuh ini diakibatkan oleh gaya tarik.
Semua daya yang bergerak kearah menyatu itu adalah perwujudan cinta kasih alamiah, yang kita jumpai di lingkungan benda-benda alam dan tumbuh-tumbuhan. Cinta kasih yang lebih tinggi dari pada cinta kasih alamiah itu adalah cinta kasih pada binatang yang sifatnya instinktif. Induk kera akan melindungi dan membela anaknya mati-matian kalu ada binatang lain yang menyerangnya. semut akan menyelamatkan telur-telurnya  dengan mengangkut ketempat yang lebih aman ketika sarangnya dirusak. Siapakah yang mengajarkan demikian?

 Semua ini adalah perwujudan cinta kasih yang masih bersifat instinktif. Lebih tinggi lagi adalah cinta kasih yang sudah dipengaruhi oleh emosi yang dimiliki oleh manusia. Intensitas emosi itu menyebabkan cinta kasih itu bervariasai, dari kasih sekedar kasih sampai cinta kasih yang meluap-luap yang disebuat dengan istilah tergila-gila.
Sri Rama Krisna Orang suci dari India mengatakan: "Dunia ini adalah rumah sakit Gila yang terbesar, kkarena semua orang dihadapi dengan kegilaan.  ada orang yang tergila-gila pada harta kekayaan, pangkat, dan ada pula yang tergila-gila dengan sex. Di dalam dunia yang gila ini hendaknya semua manusia gila , Gila dengan Tuhan, kegilaan ini pun adalah kegilaan yang terbaik dari pada kegilaan terhadap hal yang lain. Kegilaan kepada Tuhan Adalah kegilaan spiritual atau Rohaniah yang bebas dari kepentingan duniawi dan kepentingan pribadi. Sedangkan kegilaan terhadap suatu hal yang lain yang bersifat duniawi tidaklah kekal dan semuanya merupakan sebuah ilusi atau bersifat maya sehingga tidak patut diikat dengan kecintaan karena bisa melahirkan kekecewaan dan penderitaaan. Meskipun cinta kasih berbedaa-beda perwujudannya namun semua cinta kasih itu melahirkan dorongan gerak  yang menyebabkan manusia mau bekerja.

Cundamani.1992 Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Hanuman Sakti  

Senin, 18 Maret 2019

Bhakti Marga Yoga


Bersyukur.
Didalam sebuah kehidupan sudah tentu ada yang namanya  suka dan duka, Suka dan duka seperti halnya gelombang air lautan yang datang silih berganti di dalam kehidupan seseorang. Nikmatilah semua dengan hati yang lapang, rasa Tabah dan bersyukur. orang yang bisa bersyukur didalam situasi yang menyedihkan sekalipun adalah orang yang optimis. 
optimis adalah dasar dari pada kekuatan hidup. ketika seseorang mendapatkan suatu musibah: kecelakaan diserempet mobil dan kakinya patah, walupun demikian dari mulutnya masih terucap "Syukur bahwa dia tidak mati". orang yang demikian adalah orang yang optimis, orang yang optimis lebih banyak punya harapan berhasil dari pada orang yang pesimis. di dalam sebuah pertempuran  orang yang pesimis adalah orang yang kalah sebelum bertempur. sementara orang yang bisa bersyukur adalah orang yang percaya kepada takdir, dan mengakui bahwa  segalanya sudah ditentukan oleh Tuhan/ Nining Bhatara. 
penyerahn diri kepada Tuhan sepenuhnya adalah merupakn hal yang peting. seperti sebutir Emas jika bisa meleleh sampai cair  maka akan mempermudah si tukang Emas untuk membentuk emas tersebut sesuai dengan yang iya inginkan. demikian lah hati seorang Bhakta yang pasrah kepada Tuhan seperti emas yang meleleh  mudah di tuntun dan di arahkan kejalan Dharma atau jalan Tuhan.
pergi ketempat suci dan sembahyang bersama-sama adalah merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat. Pura adalah tempat suci yang merupakn kolam kesucian. setiap orang yang datang kepura dan bersembahyang tentu dengan pikiran suci, karena itu pura merupakan timbunan kesucian dimana setiap orang datang  dan ikut menembahkan. datang  mengunjungi dan bersembahyang di tempat suci merupakan mandi di koala kesucian.
Bagi seorang Bhakta, Mawas diri atau selalu melihat kesalahan sendiri lebih baik dari pada melihat kesalahan orang lain.

Cundamani.1992 Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Hanuman Sakti 

Nama: Winda D
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharama Nusantara Jakarta 
Dosen Pengempu: Yan Mitha djaksana M. Kom