Seluruh Umat Hindu DKI Jakarta Sedang melaksanakan persembahyangan yang ditandai dengan adanya bulan yang penuh (sukla Paksa), umat Hindu meyakini bahwa pada hari tersebut adalah hari yang pas untuk melakukan persembahyangan yang biasa di sebut dengan hari purnama. Hari purnama tersebut di laksanakan hari Rabu ( 20/3) mulai dari jam 18.00 WIB kemarin.
Kata purnama sendiri berasal dari etimologi dari akar kata "Purna" yang artinya kesempurnaan. Hari purnama jatuh setiap 15 hari sekali atau setiap 30 hari sekali. Pada hari ini Dengan sangat antusias seluruh umat melakukan persembhyangan dengan penuh Bahktinya. Persembhyangan di lakukan di Pura Aditya Jaya Rawamangun Jl. Daksinapati Raya No.10, Rawamangun, Pulu Gadung Kota Jakarta Timur.
Umat Hindu percaya bahwa melakukan pemujaan pada saat Purnama, selain sebagai rasa bhakti Manusia terhadap Tuhan juga untuk memohon kesempurnaan dan cahaya Suci dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud Ista Dewata. Selain itu hari purnama juga merupakan momentum guna mengintrokeksi diri, dengan bersujud kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Disamping itu pada Rahinan purnama vibrasi suci akan terpancar dari sinar Rembulan sehingga sanggat baik untuk melaksanakn yoga Samhadi.
Di dalam Lontar ”Purwana Tattwa Wariga” diungkapkan antara lain: ”Risada Kala patemon Sang Hyang Gumawang Kelawan Sang Hyang Maceling, mijil ikang prewatekening Dewata muang apsari, saking swargo loko, purna masa ngaran”.
Maksud Lontar di atas, bahwa Sang Hyang Siva Nirmala (Sang Hyang Gumawang) yang beryoga pada hari purnama, untuk menganugrahkan kesucian dan kerahayuan terhadap seisi alam dan Hyang Siva mengutus para Deva beserta para Apsari turun ke dunia untuk menyaksikan persembahan umat manusia khusunya umat Hindu kehadapan Sang Hyang Siva.
Adapun Kegiatan Yang harus kita lakukan pada Saat Purnama antara lain: Pada Rahina Purnama merupakan hari yang suci dan hari yang baik. Tentu akan lebih bermanfaat jika kita dapat melewatinya dengan menjalani hal-hal yang positif seperti tirta yatra ke pura. Selain itu ada kegiatan lain yang sama positif dan bermanfaatnya bagi diri kita sendiri yaitu sebagai berikut
- Melukat. Melukat merupakan sebuah ritual pembersihan diri dari segala kotoran dan energi negatif yang ada dalam diri. Pada rahina purnama merupakan salah satu hari yang baik untuk melukat. Jika tidak sempat ke tempat pengulakatan, melukat pun dapat dilakukan dirumah. Yaitu dengan menggunakan bungkak nyuh Gading. bungkak Nyuh Gading adalah untuk pembersihan diri. Dalam Pustaka Suci “Manawa Dharma Sastra” Bab V sloka 109, dinyatakan sebagai berikut: Adbhir gatrani cuddhyanti manah satyena cuddhyti, cidyatapobhyam buddhir jnanena cuddhyatir. Artinya Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, roh dengan ilmu dan tapa, akal dibresihkan dengan kebijaksanaan.
- Puasa berasal dari bahasa sansekerta yang terdiri dari kata Upa dan Wasa, di mana Upa artinya dekat atau mendekat , dan Wasa artinya Tuhan atau Yang Maha Kuasa. Upawasa atau puasa artinya mendekatkan diri kepada Tuhan yang maha esa. Puasa menurut Hindu adalah tidak sekedar menahan haus dan lapar. tetapi Puasa menurut Hindu adalah untuk mengendalikan nafsu Indria, mengendalikan keinginan. Indria haruslah berada dibawah kesempurnaan pikiran, dan pikiran berada dibawah kesadaran budhi. Jika indria kita terkendali, pikiran kita terkendali maka kita akan dekat dengan kesucian, dekat dengan Tuhan. Pada saat purnama bisa melakukan puasa tidak makan dan tidak minum ketika fajar datang sampai keesokan harinya.
- Dana Punia. Dana punia adalah pemberian yang baik dan suci dengan tulus ikhlas sebagai salah satu bentuk pengamalan ajaran dharma. Dana punia merupakan suatu sarana untuk meningkatkan sradha dan bhakti kita kepada Tuhan YME, selain itu dengan berdana punia akan membangun sikap kepedulian kita terhadap sesama. Dalam melaksanakan Dana Punia tentu hari apa saja baik akan tetapi jika dicari hari yang paling baik dapat kita simak pada Sloka Sarasamuccaya 183, yaitu; ayanesu ca yaddattam sadacitimukhesu ca, candrasuryoparage ca visuve ca tadaksayam. Artinya : Inilah waktu yang baik : ada yang disebut daksinayana, waktu matahari mulai berkisar kearah selatan; uttarayana, waktu matahari mulai kearah utara; ada yang bernama saat matahari; saat gerhana bulan atau gerhana matahari; juga waktu yang baik yaitu ketika matahari berada dikhatulistiwa (wisuwakala); Dari uraian sloka diatas dapat disimpulkan bahwa waktu yang baik melakukan dana punia adalah :
- Uttarayana : saat matahari berada di utara katulistiwa,( tepatnya saat purnama dan tilem)
- Wisuwakala : saat matahari tepat berada di khatulistiwa,(tepatnya purnama dan tilem)
- Daksinayana : saat matahari berada diselatan khatulistiwa,(tepatnya purnama dan tilem)
- Saat gerhana matahari dan bulan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar