Kamis, 11 Juli 2019

Peran Pendidikan Budi Pekerti Dalam Mencegah Kemerosotan Moral di Era Pos Modernisasi



        Secara etimologi budi pekerti terdiri dari dua kata, yaitu budi dan pekerti. Budi dalam bahasa sangsekerta  artinya pikiran dan kecerdasan. Kata pekerti berarti aktualisasi, penampilan, pelaksanaan atau perilaku. Dengan demikian budi pekerti berarti kesadaran yang ditampilkan oleh seseorang dalam berprilaku. Didalam Kitab suci Agama Hindu Budi Pekerti Sama dengan wiweka. Wiweka adalah perilaku yang hati-hati dan penuh petimbangan artinya tidak pernah ceroboh dalam bertindak.Dalam analisis kitab Sārasamuccaya sloka 2 disebutkan mengenai perbuatan wiweka berikut:
Mānusah sarwa bhūteṣu warttate wai śubhāśubhe,
aśubheṣu samawiṣṭam śubhe swewā wakārayet.
Ri sakwehning sarwa bhūta,
iking janma wwang juga wênanggumawayakên ikang śubha śubha karma,
kunêng panêntasakêna ring śubhakarma juga ikang aśubha karma, 
phalaning dadi wwang 
 Terjemahan: Diantara semua mahluk, hanya manusia jugalah yang dapat melaksanakan (dan membedakan) perbuatan yang baik maupun yang buruk). Justru dalam melebur yang buruk menjadi baik itulah merupakan tujuan hidup (phala) menjadi manusia (Sudharta, 2009: 4). 
Selanjutnya di dalam Sarassamuscaya sloka 4 menjelaskan:
“ Iayam hi yonihh prathama
Yonih prapya jagatipate 
Atmanam sakyate tratum 
Karmabih subhalaksanih” 
Artinya:  menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama; sebab demikian karena iya dapat menolong dirinya sendiri dari keaadaan sengsara lahir dan mati berulang-ulang.
      Dari kedua mentra ini dapat di simpulkan bahwa di lahirkan menjadi manusia sungguh sangat mulia, karena hanya manusia yang memiliki wiweka. Wiweka yang artinya  hanya manusia yang mampu membedakkan perbuatan baik dan  perbutan buruk, dan hanya manusia itu sendiri yang mammpu menentukan  dirinya apakah darinya akan  lahir berulang-ulang  
       Namun melihat fenomena sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan Seiring perkembangan jaman dan Semakin pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini, telah terjadi degradasi moral.  dimana orang telah mengabaikan nilai-nilai luhur yang telah di ajarkan oleh nenek moyang kita. Sesorang menghalalkan berbagai cara  hanya demi untuk mendaptkan sebuah materi, seperti yang sering kita lihat di berita maupun di media sosial lainya. Marak sekali terjadi kasus- kasus seperti Korupsi yang tidak ada habis-habisnya, pencurian, perampokan, bahkan hingga pembunuhan.  Inilah degradari moral yang sangat nyata kita lihat di jaman sekarang ini. 
         Contoh lain  dalam pendidikan atau disekolah yang ada di Indonesia sering terjadi Pembunuh  seorang gurunya oleh muridnya sendiri. Jika kita renungkan sesunguhnya guru merupakan orang tua kita yang kedua yang telah mendidik kita dan memberikan kita pengetahuan. Melihat fenomena ini maka peran pendidikan sangatlah penting dalam upaya membentuk karakter Seseorang. Pendidikan adalah salah satu wahana pembentukan karakter seseorang yang sangat efektif dalam upaya mencegah kemerosotan moral. Dimana ketika seseorang memiliki moral yang baik sudah pasti dia akan memeliki kerekter yang baik pula.

       Karakater dapat di bentuk  mulai dari pendidikan dirumah atau keluarga, lingkukngan setempat bahkan hingga sekolah. Untuk membentuk karakter seseorang  haruslah dimulai sejak usia dini karena pada usia dini merupakan masa keemasan. Hal ini dekarenakan pada usia tersebut anak mengalami tumbuh kembang yang relatif cepat. Pada saat ini lah peran  kita sebagai orang  tua dan keluarga sangatlah penting dan berpengaruh terhadap perkembangan si anak. Dimana orang tua atau pun keluarga merupakan media pertama yang dilihat oleh seorang anak, maka dari itulah yang  perlu jadi perhatian bagi orang tua adalah bagaimana cara bertindak, berbicara, bertingkah laku dan memberikan contoh yang baik, Agar si anak tidak terpengaruh dan mengikuti perilaku yang telah ia lihat khususnya perilaku yang tidak baik. 
         Sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi muda juga harus ikut berkontribusi dalam  mengurangi angka kriminalitas. caranya bagai mana.? seperti yang telah di jelaskan di atas tadi yaitu dengan memperkuat dan menggencarkan pelajaran moral kepada anak Bangsa saat ini. Anak merupakn genarasi emas yang akan menjadi pelopor dalam mewujudkan, mengembangkan, serta menjaga keutuhan NKRI. Maka dari itulah pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan moralitas  yang baik di  Era Melinial ini.
        Lalu bagaimanakah caranya? Cara yang paling mudah untuk menanamkan moral adalah dengan menceritakan berbagai macam cerita  atau dongeng yang tentuny berisikan moral. Diantaranya seperti Cerita Mahabharata, Ramayana serta Cerita-cerita Rakyat yang lainya. Di dalam kedua cerita ini banyak sekali nilai moral yang dapat kkita ambil, salah satunya anak akan memahami bahwa hormat kepada kedua orang tua itu sangatlah penting, karena ini merupakan hal yang paling dasar dalam pembentukan karakter. Selain itu masih banyak lagi cerita-cerita rakyat atau dongeng yang mengandung moral yang bisa dijadikan pelajaran bagi anak-anak.  


Nama: Winda D 
Nama Kampus: Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DNJ) 
Mata Kuliah: Public Jurnalis 
Dosen Pengempu: Yan Mitha Djaksana, S.Kom., M.Kom

Selasa, 23 April 2019

Inspirasi Anak Muda

Pameran Seni Rupa Titik Balik Di BBY

Putri Pratiwi (27), perupa penyandang Down Syndrome, akan menggelar Pameran Titik Balik pada 5-12 Januari 2019 di Bantara Budaya Yogyakarta, Kotabaru Yogyakarta. Putri memamerkan 85 kerya berupa lukisan di atas kanvas dan kertas serta sketsa-sketsa diatas kertas yang iya buat dalam dua tahun terakhir. Pameran ini akan dibuka Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Prof Panut Mulyono, Sabtu (5/1/2019) pukul 12.00, dan diisi orasi seni Oei Hong Djien, kolektur seni rupa asal Magelang. "Saya berharap pameran ini tidak hanya menjadi Titik Balik bagi Putri, tetapi juga menjadi momen titik balik bagi lingkungannya. Semoga karya yang dipamerkan dapat menginspirasi dan  meningkatkan semangat juang untuk terus berkarya, bukan hanya bagi anak-anak berkebutuhan khusus, melainkan juga bagi masyarakat luas," ucap Panut. (*/ABK). 
(Kompas, Kamis,3 Januari 2019:8)

Kemacetan lalu lintas

Telah Terjadi kemacetan lalu lintas  di Jl Kalimalang  tepatnya di depan kantor Kapolres Duren Sawait. Kemacetan terjadi pada  hari Kamis (18/04) pukul 18.20 wib. Kemacetan terjadi akibat  tidak adanya petugas yang mengatur lalu lintas. Kemacetan semakin parah  karena banyak pengendara  yang menerobos  di tengah-tengah kemacetan tersebut, sehingga hampir saling tabrak-menabrak antara pengendara satu dengaan yang lainnya. Namun pada akhirnya setengah jam kemudian kemacetan pun bisa segera teratasi, karena ada salah satu pengandara motor yang rela memberhentikan perjalanannya dan turun kejalan dan mengatur demi kelancaran lalu lintas. Tindakan ini pun patut kita apresiasi bersama.
 Nama: Winda D
Sekolah Tinggi Agama hindu Dharama Nusantara Jakarta 
Dosen Pengempu: Yan Mitha Djaksana M.Kom 

Senin, 15 April 2019

Cinta Kasih


Cinta Sebagai Nafas Kehidupan 
Oleh:Winda.D 

Kepada Merage suci Pinandita lanang Istri 
Kepada yang Saya Hormati Sesepuh pini sesepuh uma
Kepada yang saya banggakan umat sedharma sekalian.
Sebelumnya saya haturkan sembah panganjal
Om Swastyastu
Om Anubadrah krtawoyantu wiswatah 
Om Avighnam astu Namo Sidham 
 Umat sedharma yang berbahagia… 
Sebelum saya menyampaikan percikan Dharma ini, mari kita bersama-sama mengucapkan puji Syukur kepada Nining Bhatara, Ida Sang Hyanag Widhi Wasa Atas Asung Kerta Waranugraha beliaulah Kita dapat berkumpul  pada malam hari ini di Pura Jagat Natha dalam Keadaan Sehat, Selamat, lancar tanpa ada halangan apapun. Adapun pesan Dharma ini bersifat mengingatkan kita terhadap hal-hal yang selama ini telah kita lupakan, yaitu dengan judul: Cinta sebagai Nafas Kehidupan.
Umat sedharma yang berbahagia.. 
Ketika berbicara tentang cinta  pasti tidak akan ada habisnya. Cinta tentunya sudah tidak asing lagi bagi kita semua dan sudah sangat familiar diberbagai kalangan. Cinta Adalah Sebuah Rasa yang tidak bisa di ungkapkan melalui kata-kata namun hanya dapat di rasakan dengan hati. Cinta Adalah sebuah rasa yang  tanpa disadari timbul dengan sendirinya dalam diri seseorang, yang tidak mengenal jarak, waktu, keadaan maupun usia. Cinta itu ibarat Air, kita bisa jatuh  dan tenggelam didalamnya tetapi kita tidak bisa hidup tanpanya.
Akan tetapi perjalanan cinta tidak semudah yang kita bayangkan. Pada jaman sekarang ini cinta sudah jauh dari pada hakekat yang sebenrnya. Cinta  sering kali dijadikan sebagai pemuas nafsu birahi seseorang,  bahkan cinta dijadikan sebagai sarana untuk menghancurkan hidup orang lain. Karna cinta seseorang bisa lupa diri, karna cinta  pula seseorang bisa celaka bahkan sampai bunuh diri. Sehingga akhirnya orang pun membenci cinta karna di anggap sebagai pembawa sebuah penderitaan. Namun tidaklah benar demikian, tetapi bagaimana cinta itu diubah dalam kehidupan nyata menjadi sebuah jalan atau sebuah jembatan yang  menghubungan antara sebuah perbedaan dan keberagaman, Agar tercipta sebuah keselarasan. karna cinta adalah sebagai nafas sebuah kehidupan untuk mencapai Perdamaian. Ada 2 Topik yang akan  saya bawakan pada kesempatan kali ini  yaitu:
Rumusan Masalah:
1.      Apakah Arti Cinta Dalam Kehidupan ini?
2.      Bagaimana Memaknai Cinta Sebagai Nafas kehidupan ini?
 1.      Arti Cinta Dalam Kehidupan ini
            Di Dalam kehidupan ini tentunya kita tidak pernah lepas dari yang namanya cinta, baik cinta terhadap Tuhan, terhadap orang tua, orang tua terhadap anaknya bahkan cinta terhadap pasangan. Cinta memiliki pengertian yang sangat luas, cinta bukan hanya perasaan yang di rasakan oleh sepasang kekasih, melainkan cinta adalah perasaan welas asih  antara sesama manusia dan seluruh mahluk ciptaan Tuhan yang lainya. Dengan kita mencintai sesama mahluk hidup maka kehidupan ini akan damai dan bahagia, tidak ada lagi rasa saling membenci,  tidak saling menjatuhkan antara kelompok satu dengan yang lainnya, tidak merasa dirinya atau kelompoknya paling benar
            Bagi  siapa saja yang telah mencapai tahap ini dapat dipastikan kehidupannya semakin bahagia. Cinta kasih yang tulus memberikan dampak yang sangat fundamental dalam memberikan arti dan makna kehidupan ini dan kehidupan yang akan datang. Dimensi waktu yang lampau, yang sekarang dan yang akan datang merupakan perputaran cakra kehidupan yang harus dilalui dengan semangat cinta kasih yang tak kunjung padam kepada semua ciptaan Sang Hyang Widhi Wasa. Seperti yang telah di jelaskan di Dalam Bhagawad Gita IX.29

 samo ham sarvo bhutesu
na me devsyo sti na pryah,
Ye bhajanti tu mam bhaktya  
mayi te tesu capy aham 
Artinya: “Aku adalah sama bagi semua mahluk; Bagi-ku  tiada yang terbenci dan yang terkasihi; tetapi mereka yang berbakti kepada pada-ku  dengan penuh pengabdian, mereka ada padaku dan aku ada pada mereka”.  Dalam sloka tersebut dapat kita pahami bahwa Tuhan  pun tidak pernah membedakan antara satu dengan yang lain, kelompok satu dengan yang lainnya,  di mata Tuhan tidak ada yang lebih baik ataupun lebih buruk. Akan tetapi bagi siapa saja yang Berbakti kepadanya dengan penuh pengabdian maka ia pun akan selalu dalam lindunganya Tuhan. Tuhan menyelimuti alam semesta beserta isinya, dia berada di mana-mana yang disebut Vyapi vyapaka Nirvikara. 
 2.      Bagaimana Memaknai Cinta Sebagai Nafas Kehidupan 
Umat sedharma yang berbahagiaSadar tidak sadar sesungguhnya kehidupan ini adalah cinta. Kita mampu hidup, bertahan, mampu berinteraksi satu dengan yang lainya ini semua kerena adanya cinta. Cinta siapakah itu? Cintanya Tuhan dan cinta Orang tua kita. Dapat kita bayangkan ketika pertama kali kita lahir kedunia ini tanpa adanya cinta dari keduanya apa yang akan terjadi? Tentu akan sangat kecil kemungkinan untuk kita bertahan hidup. Jadi keberadaan keduanya ini sangatlah penting tanpa keduanya ini kita tidak akan mampu berada dan berdiri disini hingga saat ini.Lalu bagaimanakah menumbuhkan cinta kasih dalam diri seseorang? Untuk menumbuhkan rasa cinta kasih dalam diri kita tentunya kita harus mengenali siapa diri kita yang sebenarnya. Dalam  Brhad Aranyaka Upanisad pun mengatakan “Aham Brahma Asmi  yang Artinnya “Aku adalah Brahman”. Yang dimaksud dengan Brahman atau Tuhan itu sendiri, bukanlah badan materi kita tetapi jiwa, roh, atau Atman percikan terkecil dari Tuhan yang teleh menyebabkan semua mahluk bisa hidup, bernafas makan, Minum, bisa berinteraksi satu dengan yang lainya.
Dari manta ini dapat kita simpulkan bahwa ketika kita menyadari sesungguhnya kita semua sama-sama berasal dari  Tuhan dan menyadari bahwa kita semua adalah satu Ayah  dan satu Ibu, maka  rasa persaudaraan itu pun secara otomatis akan timbul didalam diri seseorang. maka tidak akan ada lagi pertentangan  atau perselisiahan diantara kita semua. Jika demikian maka sebuah kedamaian, keadilan pun akan terwujud didalam Masyarakat Bangsa dan NegaraTetapi melihat realita sekarang ini sungguh sangat memprihatin. Khususnya Agama, di mana agama tidak lagi dijadikan sebagai pedoman hidup bagi setiap manusia. Seringkali agama dijadikan alasan untuk membeda-bedakan antara kebudayann satu dengan yang lainnya oleh  seseorang atau oknum-oknum yang tidak bertanggunng jawab hanya demi sebuah kedudukan atau pangkatnya saja. Seperti halnya yang kita sama-sama  rasakan saat ini, dimana agama yang seharusnya dijadikan sebagai pedoman dan dijadikan sebagai landasan Etika dalam berpolitik  akan tetapi agama telah di campur adukkan dengan politik.Banyak  di antara saudara-saudara kita yang menjalai hidup dalam kekerasan, kegelisahan dan dihantui kecemasan. Apakah penyebab dari semua ini? Penyebabnya adalah Sadripu. keinginan yang tiada habisnya, mementingkan diri sendiri, kemarahan, kebencian dan keserakahan. Dimana Sad Ripu adalah enam musuh yang terdapat di dalam diri manusia yang harus kita kendalikan, karena dapat menyebabkan manusia lupa diri tidak mampu membedakan mana yang baik dan  yang buruk. Sehinggga berbuat sesuka hati mengikuti nafsu dan keinginannya. Keenam sifat ini juga akan menyebabkan hancur dan terpuruknya  keadaan Bangsa dan Negara kita. Untuk itulah hendaknya kita semua mampu menyadari dan mengendalikan diri kita agar tidak terjatuh kedalam kesengsaraan. Seperti yang telah di jelaskan di dalam Bhagavad Gita XII.13
”Advesta sarva-bhutanam
maitrah karuna eva ca,
nirmamo nirahamkarah 
sama-dukha-sukah ksami”.
Artinya: Dia yang tidak membenci segala mahluk bersahabat dengan cinta kasih, bebas dari keakuan dan keangkuhan, sama dalam suka dan duka, dan memberi maaf.
Dalam sloka ini sudah sangat jelas dikatakan bahwa dalam hidup ini kita tidak boleh membenci satu sama lain antara seluruh umat manusia. kita harus menjunjung tinggi persaudaraan dalam cinta kasih. Bebas dari rasa kesombongan dan keangkuhan, selalu berpegang teguh pada kebenaran, saling merangkul dalam keadaan atau situasi apapun. selalu memberi maaf terhadap orang-orang yang pernah melakukan kesalahan. Karena sejatinya, setiap manusia sudah pasti  pernah melakukan kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna. Karena kesempurnaan itu hanyalah milik Tuhan/ Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 
Kesimpulan: Dapat saya simpulkan bahwa ternyata makna dari cinta sangatlah luas tidak hanya rasa yang di rasakan oleh suatu pasangan kekasih saja, tetapi cinta merupakan perasaan walas asih antara seluruh  mahluk ciptaan Tuhan yang lainya dan ketika kita menyadari bahwa kita semua berasal dari Tuhan, kita semua adalah satu ayah satu ibu maka kita semua adalah bersaudara. Dengan begitu maka akan terciptalah perasaan cita kasih yang tulus di dalam diri kita. Negara ini akan terasa tentram dan bahagia jika suluruh umat manusia mempunyai perasaan cinta kasih  yang tulus kepada seluruh mahluk hidup yang lainya. 
Ajakan: Melalui dharma wacana ini saya mengajak umat sedharma sekalin untuk memiliki sifat :
v  layaknya seperti sinar matahari yang tidak pernah memandang siapa yang akan disinari olehnya, bahkan iya pun tidak pernah memalingkan sinarnya terhadap kotoran seklipun, jika sudah seperti itu maka akan terwujud cinta kasih dalam diri kita.
v  Sekian Pesan Dharma yang dapat saya sampaikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih, Akhir kata saya tutup dengan paramasanti.

Nama:Winda D
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma nusantara Jakarta 
Dosen Pengempu: Yan Mitha Djaksana M.Kom
 Om Santih,Santih, Santih Om

Kamis, 21 Maret 2019

CINTA KASIH

Dunia Berputar Karena Cinta Kasih 
Cinta kasih yang menyebabkan dunia ini beregak menuju kedamaian dan ketenangan. Tuhan adalah Sumber Cinta kasih. Bhgavad Gita VII.11.
Balam Balavatam cha 'hamkamaraga vivarjitam dharmaviruddho bhuteshukimo'smi bharatashabha 
Aku adalah kekuatan dari yang perkasa, bebes dari keinginan dan nafsu birahi. aku adalah cintanya semua insani, yang tidak bertentangan dengan dharma oh bharata sabha.

 Dunia ini di gerakan dengan cinta kasih. Tuhan adalah wujud cinta kasih yang tertinggi, cinta yang memasuki isi alam ini dari yang terendah sampai mahluk yang termulia. Meskipun pada hakekatnya cinta kasih itu bebes dari nafsu birahi dan kepentingan diri sendiri, tetapi karena pengaruh maya, maka wujud cinta itu berbeda-beda tergantung dari tingkatan mahluk-mahluk itu. Cinta kasih dalam tingkatannya yang terendah adalah berwujud gaya tarik, daya rekat dan gaya berat yang bisa dimiliki oleh benda- benda alam. Jika diatas kaca kita tuangkan setitik air dan disebelahnya ditungkan lagi setitik air yang lebih besar, Zat yang volumenya lebih kecil cenderung bergabung dengan zat yang sama yang volumenya lebih besar.  Jika kita melemparkan sebongkah tanah  keatas, benda itu pun akan kembali jatuh kebumi. Dalam kalangan ilmuan proses jatuh ini diakibatkan oleh gaya tarik.
Semua daya yang bergerak kearah menyatu itu adalah perwujudan cinta kasih alamiah, yang kita jumpai di lingkungan benda-benda alam dan tumbuh-tumbuhan. Cinta kasih yang lebih tinggi dari pada cinta kasih alamiah itu adalah cinta kasih pada binatang yang sifatnya instinktif. Induk kera akan melindungi dan membela anaknya mati-matian kalu ada binatang lain yang menyerangnya. semut akan menyelamatkan telur-telurnya  dengan mengangkut ketempat yang lebih aman ketika sarangnya dirusak. Siapakah yang mengajarkan demikian?

 Semua ini adalah perwujudan cinta kasih yang masih bersifat instinktif. Lebih tinggi lagi adalah cinta kasih yang sudah dipengaruhi oleh emosi yang dimiliki oleh manusia. Intensitas emosi itu menyebabkan cinta kasih itu bervariasai, dari kasih sekedar kasih sampai cinta kasih yang meluap-luap yang disebuat dengan istilah tergila-gila.
Sri Rama Krisna Orang suci dari India mengatakan: "Dunia ini adalah rumah sakit Gila yang terbesar, kkarena semua orang dihadapi dengan kegilaan.  ada orang yang tergila-gila pada harta kekayaan, pangkat, dan ada pula yang tergila-gila dengan sex. Di dalam dunia yang gila ini hendaknya semua manusia gila , Gila dengan Tuhan, kegilaan ini pun adalah kegilaan yang terbaik dari pada kegilaan terhadap hal yang lain. Kegilaan kepada Tuhan Adalah kegilaan spiritual atau Rohaniah yang bebas dari kepentingan duniawi dan kepentingan pribadi. Sedangkan kegilaan terhadap suatu hal yang lain yang bersifat duniawi tidaklah kekal dan semuanya merupakan sebuah ilusi atau bersifat maya sehingga tidak patut diikat dengan kecintaan karena bisa melahirkan kekecewaan dan penderitaaan. Meskipun cinta kasih berbedaa-beda perwujudannya namun semua cinta kasih itu melahirkan dorongan gerak  yang menyebabkan manusia mau bekerja.

Cundamani.1992 Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Hanuman Sakti  

Senin, 18 Maret 2019

Bhakti Marga Yoga


Bersyukur.
Didalam sebuah kehidupan sudah tentu ada yang namanya  suka dan duka, Suka dan duka seperti halnya gelombang air lautan yang datang silih berganti di dalam kehidupan seseorang. Nikmatilah semua dengan hati yang lapang, rasa Tabah dan bersyukur. orang yang bisa bersyukur didalam situasi yang menyedihkan sekalipun adalah orang yang optimis. 
optimis adalah dasar dari pada kekuatan hidup. ketika seseorang mendapatkan suatu musibah: kecelakaan diserempet mobil dan kakinya patah, walupun demikian dari mulutnya masih terucap "Syukur bahwa dia tidak mati". orang yang demikian adalah orang yang optimis, orang yang optimis lebih banyak punya harapan berhasil dari pada orang yang pesimis. di dalam sebuah pertempuran  orang yang pesimis adalah orang yang kalah sebelum bertempur. sementara orang yang bisa bersyukur adalah orang yang percaya kepada takdir, dan mengakui bahwa  segalanya sudah ditentukan oleh Tuhan/ Nining Bhatara. 
penyerahn diri kepada Tuhan sepenuhnya adalah merupakn hal yang peting. seperti sebutir Emas jika bisa meleleh sampai cair  maka akan mempermudah si tukang Emas untuk membentuk emas tersebut sesuai dengan yang iya inginkan. demikian lah hati seorang Bhakta yang pasrah kepada Tuhan seperti emas yang meleleh  mudah di tuntun dan di arahkan kejalan Dharma atau jalan Tuhan.
pergi ketempat suci dan sembahyang bersama-sama adalah merupakan suatu hal yang sangat bermanfaat. Pura adalah tempat suci yang merupakn kolam kesucian. setiap orang yang datang kepura dan bersembahyang tentu dengan pikiran suci, karena itu pura merupakan timbunan kesucian dimana setiap orang datang  dan ikut menembahkan. datang  mengunjungi dan bersembahyang di tempat suci merupakan mandi di koala kesucian.
Bagi seorang Bhakta, Mawas diri atau selalu melihat kesalahan sendiri lebih baik dari pada melihat kesalahan orang lain.

Cundamani.1992 Pengantar Agama Hindu Untuk Perguruan Tinggi. Jakarta: Hanuman Sakti 

Nama: Winda D
Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharama Nusantara Jakarta 
Dosen Pengempu: Yan Mitha djaksana M. Kom