Kamis, 11 Juli 2019

Peran Pendidikan Budi Pekerti Dalam Mencegah Kemerosotan Moral di Era Pos Modernisasi



        Secara etimologi budi pekerti terdiri dari dua kata, yaitu budi dan pekerti. Budi dalam bahasa sangsekerta  artinya pikiran dan kecerdasan. Kata pekerti berarti aktualisasi, penampilan, pelaksanaan atau perilaku. Dengan demikian budi pekerti berarti kesadaran yang ditampilkan oleh seseorang dalam berprilaku. Didalam Kitab suci Agama Hindu Budi Pekerti Sama dengan wiweka. Wiweka adalah perilaku yang hati-hati dan penuh petimbangan artinya tidak pernah ceroboh dalam bertindak.Dalam analisis kitab Sārasamuccaya sloka 2 disebutkan mengenai perbuatan wiweka berikut:
Mānusah sarwa bhūteṣu warttate wai śubhāśubhe,
aśubheṣu samawiṣṭam śubhe swewā wakārayet.
Ri sakwehning sarwa bhūta,
iking janma wwang juga wênanggumawayakên ikang śubha śubha karma,
kunêng panêntasakêna ring śubhakarma juga ikang aśubha karma, 
phalaning dadi wwang 
 Terjemahan: Diantara semua mahluk, hanya manusia jugalah yang dapat melaksanakan (dan membedakan) perbuatan yang baik maupun yang buruk). Justru dalam melebur yang buruk menjadi baik itulah merupakan tujuan hidup (phala) menjadi manusia (Sudharta, 2009: 4). 
Selanjutnya di dalam Sarassamuscaya sloka 4 menjelaskan:
“ Iayam hi yonihh prathama
Yonih prapya jagatipate 
Atmanam sakyate tratum 
Karmabih subhalaksanih” 
Artinya:  menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama; sebab demikian karena iya dapat menolong dirinya sendiri dari keaadaan sengsara lahir dan mati berulang-ulang.
      Dari kedua mentra ini dapat di simpulkan bahwa di lahirkan menjadi manusia sungguh sangat mulia, karena hanya manusia yang memiliki wiweka. Wiweka yang artinya  hanya manusia yang mampu membedakkan perbuatan baik dan  perbutan buruk, dan hanya manusia itu sendiri yang mammpu menentukan  dirinya apakah darinya akan  lahir berulang-ulang  
       Namun melihat fenomena sekarang ini sungguh sangat memprihatinkan Seiring perkembangan jaman dan Semakin pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini, telah terjadi degradasi moral.  dimana orang telah mengabaikan nilai-nilai luhur yang telah di ajarkan oleh nenek moyang kita. Sesorang menghalalkan berbagai cara  hanya demi untuk mendaptkan sebuah materi, seperti yang sering kita lihat di berita maupun di media sosial lainya. Marak sekali terjadi kasus- kasus seperti Korupsi yang tidak ada habis-habisnya, pencurian, perampokan, bahkan hingga pembunuhan.  Inilah degradari moral yang sangat nyata kita lihat di jaman sekarang ini. 
         Contoh lain  dalam pendidikan atau disekolah yang ada di Indonesia sering terjadi Pembunuh  seorang gurunya oleh muridnya sendiri. Jika kita renungkan sesunguhnya guru merupakan orang tua kita yang kedua yang telah mendidik kita dan memberikan kita pengetahuan. Melihat fenomena ini maka peran pendidikan sangatlah penting dalam upaya membentuk karakter Seseorang. Pendidikan adalah salah satu wahana pembentukan karakter seseorang yang sangat efektif dalam upaya mencegah kemerosotan moral. Dimana ketika seseorang memiliki moral yang baik sudah pasti dia akan memeliki kerekter yang baik pula.

       Karakater dapat di bentuk  mulai dari pendidikan dirumah atau keluarga, lingkukngan setempat bahkan hingga sekolah. Untuk membentuk karakter seseorang  haruslah dimulai sejak usia dini karena pada usia dini merupakan masa keemasan. Hal ini dekarenakan pada usia tersebut anak mengalami tumbuh kembang yang relatif cepat. Pada saat ini lah peran  kita sebagai orang  tua dan keluarga sangatlah penting dan berpengaruh terhadap perkembangan si anak. Dimana orang tua atau pun keluarga merupakan media pertama yang dilihat oleh seorang anak, maka dari itulah yang  perlu jadi perhatian bagi orang tua adalah bagaimana cara bertindak, berbicara, bertingkah laku dan memberikan contoh yang baik, Agar si anak tidak terpengaruh dan mengikuti perilaku yang telah ia lihat khususnya perilaku yang tidak baik. 
         Sudah menjadi kewajiban kita sebagai generasi muda juga harus ikut berkontribusi dalam  mengurangi angka kriminalitas. caranya bagai mana.? seperti yang telah di jelaskan di atas tadi yaitu dengan memperkuat dan menggencarkan pelajaran moral kepada anak Bangsa saat ini. Anak merupakn genarasi emas yang akan menjadi pelopor dalam mewujudkan, mengembangkan, serta menjaga keutuhan NKRI. Maka dari itulah pendidikan adalah tanggung jawab kita bersama dalam mewujudkan moralitas  yang baik di  Era Melinial ini.
        Lalu bagaimanakah caranya? Cara yang paling mudah untuk menanamkan moral adalah dengan menceritakan berbagai macam cerita  atau dongeng yang tentuny berisikan moral. Diantaranya seperti Cerita Mahabharata, Ramayana serta Cerita-cerita Rakyat yang lainya. Di dalam kedua cerita ini banyak sekali nilai moral yang dapat kkita ambil, salah satunya anak akan memahami bahwa hormat kepada kedua orang tua itu sangatlah penting, karena ini merupakan hal yang paling dasar dalam pembentukan karakter. Selain itu masih banyak lagi cerita-cerita rakyat atau dongeng yang mengandung moral yang bisa dijadikan pelajaran bagi anak-anak.  


Nama: Winda D 
Nama Kampus: Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DNJ) 
Mata Kuliah: Public Jurnalis 
Dosen Pengempu: Yan Mitha Djaksana, S.Kom., M.Kom

Tidak ada komentar:

Posting Komentar